Demam Chikungunya
Wabak chikungunya pertama kali dilaporkan di Tanzania pada tahun 1952, kemudian
menyebar sampai Indonesia, yang dilaporkan pada tahun 1982 di beberapa propinsi
di Indonesia. Jumlah kasus chikungunya tahun 2001 sampai bulan Februari 2003
mencapai 3918 kasus tanpa kematian.
Chikungunya, penyakit apa gerangan ?
Chikungunya adalah penyakit yang ditandai dengan demam mendadak, nyeri pada
persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang
belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit.
Gejala lainnya yang dapat dijumpai adalah nyeri otot, sakit kepala, menggigil,
kemerahan pada konjunktiva, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher,
mual, muntah dan kadang-kadang disertai dengan gatal pada ruam. Belum pernah
dilaporkan adanya kematian karena penyakit ini.
Demam chikungunya sering rancu dengan penyakit demam dengue, demam berdarah
dengue, dan campak, tetapi gejala nyeri sendi merupakan gejala yang penting pada
demam chikungunya. Serangan demam chikungunya dalam bentuk KLB (kejadian luar
biasa) sudah sering terjadi, terutama karena penyebarannya oleh nyamuk. Untuk
mencegah serangan demam chikungunya, maka rumah, asrama, hotel, sekolah, pasar,
terminal dan tempat-tempat lainnya, harus terbebas dari media berkembang biaknya
nyamuk, termasuk 200 meter sekitarnya.
PENYEBAB CHIKUNGUNYA
Virus penyebab adalah virus chikungunya, kelompok Alphavirus atau
“group A” antropho borne viruses. Virus ini telah berhasil diisolasi di
berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan demam berdarah dengue (DBD) disebabkan
oleh “group B” antropho borne viruses.
Vektor ( Pembawa penyakit )
Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang juga nyamuk
penular penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Masa Inkubasi: Masa tunas antara 1-12 hari, pada umumnya 2-4 hari
Cara Penularan
Penularan demam chikungunya terjadi apabila penderita yang sakit digigit oleh
nyamuk penular, kemudian nyamuk penular tersebut menggigit orang lain. Biasanya
tidak terjadi penularan dari orang ke orang. Penyakit ini biasanya berlangsung
selama beberapa hari kemudian sembuh sendiri.
Pemeriksaan Laboratorium
Untuk memastikan diagnosis perlu pemeriksaan laboratorium:
>> Serum manusia: Pemeriksaan serologis (IgM/IgG) dengan cara ELISA dan
PCR
>> Vektor (nyamuk dewasa): isolasi virus (biakan) dan PCR
GEJALA CHIKUNGUNYA:
a. Demam
Biasanya demam tinggi, timbul mendadak disertai mengigil dan muka kemerahan.
Panas tinggi selama 2-4 hari kemudian kembali normal.
b. Sakit persendian
Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering muncul sebelum timbul demam dan dapat
bermanifestasi berat, sehingga kadang penderita " merasa lumpuh "
sebelum berobat . Sendi yang sering dikeluhkan: sendi lutut, pergelangan, jari
kaki dan tangan serta tulang belakang.
c. Nyeri otot
Nyeri bisa pada seluruh otot atau pada otot bagian kepala dan daerah bahu.
Kadang terjadi pembengkakan pada pada otot sekitar mata kaki.
d. Bercak kemerahan ( ruam ) pada kulit
Bercak kemerahan ini terjadi pada hari pertama demam, tetapi lebih sering pada
hari ke 4-5 demam. Lokasi biasanya di daerah muka, badan, tangan, dan kaki.
Kadang ditemukan perdarahan pada gusi.
e. Sakit Kepala: sakit kepala merupakan keluhan sering ditemui.
f. Kejang dan Penurunan Kesadaran
Kejang biasanya pada anak karena panas yang terlalu tinggi, jadi bukan secara
langsung oleh penyakitnya.
g. Gejala lain
Gejala lain yang kadang dijumpai adalah pembesaran kelenjar getah bening di
bagian leher dan kolaps pembuluh darah kapiler.
PENGOBATAN
Pengobatan demam chikungunya adalah pengobatan simptomatis dengan penurun panas
atau penghilang rasa nyeri, disertai istirahat. Perjalanan penyakit ini umumnya
cukup baik, karena bersifat self limited disease. Yaitu akan sembuh sendiri
dalam waktu tertentu. Tetapi apabila kecurigaan penyakit adalah termasuk campak
atau demam berdarah dengue, maka perlu kesiapsiagaan tatalaksana yang berbeda,
penderita perlu segera dirujuk apabila terdapat tanda-tanda bahaya.
Belum ditemukan obat spesifik untuk penyakit ini. Juga belum ditemukan imunisasi
yang berguna sebagai tindakan preventif. Namun pada penderita yang telah
terinfeksi timbul imunitas / kekebalan terhadap penyakit ini dalam jangka
panjang. Pengobatan yang diberikan umumnya untuk menghilangkan atau meringankan
gejala klinis yang ada saja (symptomatic therapy), seperti pemberian obat panas,
obat mual / muntah, maupun analgetik untuk menghilangkan nyeri sendi.
Contoh:
Penurun panas atau penghilang nyeri adalah obat non steroid anti inflamasi (
NSAI ), pilih salah satu contoh di bawah ini:
>> Parasetamol, antalgin
>> Natrium diklofenat
>> Piroksikam atau Ibuprofen
PENCEGAHAN
Penderita sebaiknya diisolasi dari gigitan nyamuk, sehingga dapat mencegah
penularan ke orang lain. Setiap orang dapat mencegah gigitan nyamuk penular
demam chikungunya dengan kelambu, obat nyamuk bakar dan semprot atau dengan kasa
anti nyamuk.
Pencegahan terbaik adalah membebaskan sarang nyamuk di setiap rumah dan juga
rumah-rumah tetangganya, asrama, sekolah, masjid, terminal dan tempat-tempat
umum lainnya. Pembersihan sarang nyamuk di rumah sendiri adalah sangat penting,
tetapi adanya sarang nyamuk di rumah tetangga merupakan ancaman penyebaran demam
chikungunya, karena nyamuk dapat terbang sangat jauh.
Upaya penanggulangan KLB demam chikungunya adalah kerjasama serasi antara
kegiatan penyelidikan, pengobatan-pencegahan dan surveilans ketat. Surveilans
ketat dilakukan terhadap surveilans penderita demam chikungunya dan surveilans
jentik secara berkala.
Adanya gerakan pembersihan sarang nyamuk di suatu desa akan berdampak pada
penurunan angka serangan.